Senin, Desember 20, 2010

The Day the Dollar Died...

Oleh Muhaimin Iqbal

Lebih dari dua tahun lalu tepatnya dalam tulisan saya tanggal 28 Oktober 2008 , saya mengutip ‘draft pidato’ Presiden AS pada malam pembubaran US$ yang dipersiapkan oleh Gold Anti Trust Action Committee (GATA). Senada dengan ini bulan lalu National Inflation Association (NIA) – lembaga sosial yang misinya menyiapkan warga negara Amerika dalam menghadapi hyperinflasi di negeri itu – me-release sebuah clip film fiksi yang menakjubkan tentang detik-detik kematian US Dollar. Meskipun ini adalah sebuah fiksi, namun karena dibangun dengan logika ekonomi yang memang sudah berjalan selama ini – maka bisa saja hal ini benar-benar terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bagi yang akses internetnya cukup baik, Anda bisa langsung nonton clip film dengan judul The Day the Dollar Died tersebut dengan click disini. Menurut cerita si penulis scenario clip film tersebut, US Dollar akan mati dalam 12 jam mengikuti sequence yang sangat masuk akal berikut :

1) Quantitative Easing 4

Kita tahu bahwa sampai saat ini the Fed-nya Amerika sudah sampai melakukan Quantitative Easing 2 (QE 2). Karena mereka merasa tindakan penyelamatan ekonomi dengan mencetak uang dari awang-awang ini adalah tindakan yang benar, maka sangat mungkin mereka akan melakukan QE 3, QE 4 atau bahkan QE-QE berikutnya.

2) Response China

Sebagai negara yang memegang asset berupa surat hutang dalam US$ yang terbesar, cepat atau lambat toleransi China pasti akan ada batasnya juga – bahwa pada suatu titik mereka tidak akan bisa menerima lagi penurunan nilai asset yang terus menerus terjadi bersamaan dengan serangkaian QE yang dilakukan oleh pihak Amerika. Batas titik toleransi ini diperkirakan hanya akan sampai QE 4, artinya dua kali lagi Amerika melakukan QE – China sudah tidak akan mempercayainya lagi dan China akan berhenti membeli surat-hutang dari Paman Sam tersebut.

3) Response Wall Street dan Main Street

Ketidak percayaan China terhadap Dollar dan ekonomi Amerika akan memicu jatuhnya saham di Wall Street yang merupakan icon ekonomi Amerika. Kejatuhan Wall Street akan membuat panik masyarakat awam yang mulai menyadari bahwa ekonomi negeri itu sedang runtuh – dan mereka akan menyerbu toko-toko dan supermarket untuk memborong barang-barang kebutuhan – baik yang benar-benar perlu maupun yang kurang perlu sekalipun. Ini akan mirip kejadian seperti di Indonesia di awal krisis 1997 dimana masyarakat berebut membeli susu, mie instant , minyak goreng dlsb. karena kawatir barang-barang kebutuhan pokok tersebut akan menghilang dari pasar.

4) Goal Bunuh Diri the Fed

Kepanikan pasar dan masyarakat akan di response dengan senjata (satu-satunya ?) yang dimiliki the Fed selama ini – yaitu memberikan stimulus ekonomi (lagi) berupa uang baru dari awang-awang yang sangat besar jumlahnya. Hal ini akan membuat kepanikan lebih jauh karena seluruh dunia menjadi tidak lagi percaya pada US$ yang dengan begitu mudah-nya dicetak atau digelembungkan jumlahnya.

5) OPEC Yang Mengakhiri US$

Setelah semua pihak, baik di dalam maupun diluar negeri tidak ada lagi yang bisa mempercayai US$ - tidak ada lagi yang mau menggunakan US$ ; maka kini giliran Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) – yang merupakan salah satu pengguna US$ terbesar dan yang selama ini sangat loyal – pun akhirnya akan mengakhiri penggunaan US Dollar dalam perdagangan minyaknya. Penghentian penggunaan US$ oleh OPEC ini ibarat pencabutan selang bantuan nafas – bagi pasien US$ yang lagi sekarat – maka berakhirlah usia US$ setelah pencabutan ini.

Menurut NIA, rangkaian peristiwa matinya US$ tersebut akan berlangsung dengan sangat cepat selama 12 jam saja – pada hari ke 19 di bulan Desember 2012. Percayakah Anda dengan fiksi ilmiah ini ?, tidak juga perlu terlalu dipercayai sepenuhnya. Namun bahwa karena peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam sequence tersebut sangat mungkin terjadi – adalah benar adanya. Oleh karenanyalah kita juga tidak perlu terlalu mengandalkan US$ baik untuk kebutuhan kita pribadi, maupun untuk menyimpan asset negeri ini. Wa Allahu A’lam.

sumber

Inflasi Itu Seperti Ember Bocor...

Oleh Muhaimin Iqbal


Semasa kecil di kampung, saya biasa mengisi kulah (bak tempat penampungan air) dengan cara menimba air dari sumur. Alat timba di jaman itu berupa bambu panjang yang diujungnya diikatkan ember dari seng. Karena usia ember seng yang tua dimakan karat – maka emberpun tidak lagi utuh – jadi ada kebocoran disana-sini. Setiap kali ember saya masukkan ke-kedalaman sumur dan terisi air penuh, segera saya tarik keatas ember tersebut – dan menuangkan airnya secepat mungkin ke kulah. Bila mengangkat embernya kurang cepat, maka air akan habis di perjalanan dari dasar sumur ke permukaan kulah karena kebocoran tersebut. Tentu bekerja semacam ini sangat melelahkan dan tidak efisien karena begitu banyak air yang tidak sampai ke kulah.

Tanpa kita sadari, sesungguhnya rata-rata kita juga bekerja seperti menimba air dengan ember bocor tersebut. Begitu keras kita bekerja, sebagian hasilnya kita tabung untuk hari tua, untuk membayar dana pensiun, membayar asuransi pendidikan, kesehatan dlsb. tetapi ternyata begitu banyak pula yang ‘terbuang’ dalam perjalanannya karena faktor inflasi.

Ironinya yang menguras ‘kulah’ tabungan hari tua kita ini bukan hanya inflasi yang terjadi terhadap Rupiah, tetapi juga inflasi mata uang negara lain yang seharusnya tidak ada hubungannya dengan kerja keras kita – yaitu US$. Karena pengalaman buruk dengan Rupiah tahun 1997/1998, sebagian orang yang punya uang mengalihkan simpanannya dalam US$ - bentuknya bisa berupa tabungan, deposito, asuransi dlsb.

Tanpa disadari ternyata yang lari ke US$ tersebut seperti terhindar dari mulut harimau masuk mulut buaya – karena pada tahun-tahun belakangan inflasi US$ ternyata lebih buruk dibandingkan dengan inflasi Rupiah. Lebih buruknya inflasi US$ dibandingkan Rupiah ini hanya akan disadari mana kala keduanya di ‘timbang’ dengan timbangan yang baku yaitu emas atau Dinar. Bila Anda sempat mengunjungi situs kami yang lain www.emas24.com misalnya, per hari ini harga emas dalam Rupiah selama setahun terakhir hanya mengalami kenaikan sekitar 20% ; namun kalau Anda lihat situsnya www.kitco.com Anda akan melihat kenaikan harga emas dunia dalam US$ setahun terakhir telah mendekati 23 %.

Bagi Anda yang sama sekali tidak menggunakan US$ - mungkin Anda berpikir bahwa Anda terbebas dari inflasi US$ ini ?. Ternyata tidak juga, karena sebagai bangsa – salah satu kekuatan ekonomi negeri ini terletak pada cadangan devisa-nya. Masalahnya adalah ‘kulah’ yang berupa cadangan devisa negeri ini dicatatnya juga dalam bentuk US$.

Maka mari kita lihat apa yang terjadi dengan ‘kulah’ cadangan devisa kita ini selama dua tahun terakhir. Negeri ini telah bekerja keras memproduksi barang dan jasa yang sebagiannya untuk ekspor, hasilnya ditampung dalam suatu tempat dan dihitung dengan US$. Di atas kertas isi ‘kulah’ kita ini memang terus bertambah, bila dua tahun lalu isinya dikisaran US$ 51 Milyar – kini isinya mendekati US$ 93 milyar. Kita bangga karena berhasil meningkatkan cadangan devisa sekitar 62 % selama dua tahun terakhir - lihat garis hijau pada grafik dibawah.

Devisa

Cadangan Devisa RI 2008-2010

Tetapi sayangnya, entah kita sadari atau tidak, bila timbangan yang kita gunakan bukan US$ yang nilainya terus menyusut karena berbagai ulah penguasa moneter negeri itu, tetapi kita gunakan timbangan yang baku sepajang zaman – yaitu emas , maka ternyata isi ‘kulah’ kita tersebut tidak bertambah sejak dua tahun lalu – bahkan turun 2 % selama dua tahun – lihat garis kuning pada grafik diatas.

Apa maknanya ini ?, ternyata bukan hanya kita pribadi yang bekerja dengan ember bocor, tetapi bangsa ini juga demikian. Kita mengira bertambah kaya dengan cadangan devisa, tetapi bila cadangan devisa tersebut kita nilai dengan benda riil baik itu berupa emas, minyak, bahan pangan atau benda riil lainnya – ternyata kekayaan kita tidak bertambah. Inflasi US$ telah membawa kita terbuai dalam ilusi – seolah kita tambah kaya – padahal kenyataannya cenderung sebaliknya.

Lantas maukah kita tetap terus mengisi kulah dengan ember bocor tersebut ?, ya setelah sadar mestinya tidak lagi. Kita ganti ember tersebut dengan ember yang baru, tidak lagi bocor sehingga berapa-pun air yang terbawa di dalamnya akan terbawa penuh sampai ke kulah. Ember baru ini tidak harus emas atau Dinar, bisa saja berupa minyak, gas, jagung, beras ataupun berbagai benda riil lainnya. Agar pekerjaan kita tidak sia-sia – maka kita perlu segera mengganti ember ini dengan yang baru, mengapa ?.

Seperti juga ember dari seng tua yang mulai lapuk oleh karat, ‘kebocoran’ berupa inflasi US$ ini kedepannya nampaknya tidak akan sembuh sendiri – bahkan nampaknya akan semakin membesar. Perhatikan grafik dibawah yang saya peroleh dari Free Gold Money Report.

US$ Debt

US Debt Increase

Sejak krisis financial dua tahun lalu, pendapatan Amerika dari pajak dan lain sebagainya (garis biru) semakin turun sementara pengeluarannya semakin jauh melebihi pendapatan ( garis merah). Lantas dari mana mereka nomboki pengeluaran yang tidak bisa dicukupi oleh pemasukan ini ?, ya dari hutang lah – maka dapat dilihat hutang mereka (jari-jari hijau) yang semakin lama semakin membubung tinggi – saat ini angkanya sudah mendekati US$ 14 trilyun.

Terus dari mana mereka akan membayar hutang yang semakin membengkak tersebut nantinya – sementara saving masyarakatnya terbukti selama bertahun-tahun tidak cukup untuk menutupnya ? ya apa lagi kalau bukan mencetak uang dari awang-awang. Itulah sebabnya mereka terus mengusung program Quantitative Easing 1, 2 dan entah sampai berapa nanti sampai suatu saat dunia tidak lagi mempercayai hutang-hutangnya.

Jadi bocornya ember karatan US Dollar sejauh yang bisa dilihat dari data yang ada nampaknya akan terus membesar, maka alangkah sia-sia-nya kalau kita masih terus mau mengisi ‘kulah’ kita dengan ember tua karatan lagi bocor tersebut. Wa Allahu A’lam...

sumber

Senin, Juli 05, 2010

Investasi Emas


Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara riil.


Pilihan investasi dalam bentuk emas banyak ragamnya, seperti yang kebanyakan di kenal saat ini emas dalam bentuk perhiasan dan emas batangan.
Selain Anda bisa investasi emas dalam bentuk perhiasan, emas bantangan, koin emas, dll), Anda juga bisa berinvestasi pada paper aset seperti membeli saham perusahaan pertambangan emas maupun produk derivatif seperti membeli kontrak emas di bursa berjangka.
Macam-macam investasi emas:

1. Emas Perhiasan
Bila tujuan Anda berinvestasi emas adalah untuk keuntungan jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau Anda investasi dalam bentuk emas perhiasan. Ini dikarenakan sewaktu Anda datang ke toko emas dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas perhiasan yang dibeli ditambah ongkos pembuatannya.
Dan nanti ketika suatu saat Anda mau menjualnya kembali, maka toko emas tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Toko emas hanya akan membayar harga emasnya saja. Dan tidak semua toko emas mau menerima atau membeli emas perhiasan Anda. Beberapa toko emas kadang-kadang menolak pembelian emas perhiasan dari masyarakat. Penyebabnya bisa bermacam-macam, yang salah satunya adalah karena mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku untuk dijual lagi karena model sudah ketinggalan jaman. Jadi kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Atau bisa juga toko emas tidak mau membeli emas perhiasan pada saat itu dikarenakan harga emas sedang berfluktuasi naik turun dan mereka tidak mau membeli diharga tinggi. Jadi kemungkinan emas perhiasan Anda dihargai harganya lebih rendah dibandingkan harga emas pada saat Anda mau menjualnya.

2. Emas Batangan
Investasi emas yang terbaik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas batangan). Emas ini cukup baik bila dijadikan sarana investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan berbeda dengan emas perhiasan. Emas batangan lebih mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.

3. Koin Emas
Koin Emas ONH (ongkos naik haji). Maksudnya, dari koin emas ini diharapkan bisa sebagai alternatif investasi bagi mereka yang ingin menabung untuk mempersiapkan biaya ibadah Haji.
Penamaan ONH ini sebetulnya hanya taktik pemasaran saja. Kenyataannya, walau namanya Koin Emas ONH, tetapi investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya karena harga emasnya sama saja. Harganya sama dengan harga emas yang mengikuti harga mata uang asing (dolar AS), dan aman terhadap inflasi. Artinya, orang yang tidak beragama Islam sekalipun bisa berinvestasi dalam Koin Emas ONH ini karena sebetulnya investasi ini sama saja dengan investasi emas lainnya. Bahkan, penamaan ONH pada Koin Emas tersebut sebetulnya akan sangat menguntungkan pemegangnya, karena emas tersebut akan lebih memiliki positioning yang lebih baik dalam pemasarannya.

4. Sertifikat Emas
Sertifikat emas adalah selembar kertas yang menjadi bukti kepemilikan atas emas yang tersimpan pada bank di suatu negara. Pemilik sertifikat emas ini hanya memegang satu lembar kertas saja yang hanya dapat diuangkan pada bank tersebut. Prinsip dari sertifikat emas ini merupakan alternatif investasi yang cukup menguntungkan karena pemiliknya tidak mengeluarkan biaya penyimpanan emas. Berbeda halnya bila membeli emas dalam bentuk fisik, yang memerlukan biaya untuk penyimpanannya seperti menyimpan emas di safe deposit box.

5. Saham Pertambangan Emas
Anda bisa juga membeli saham perusahaan pertambangan emas sebagai alternatif Anda berinvestasi emas. Dalam keadaan pasar emas yang sedang naik atau bullish, saham-saham biasanya bergerak lebih cepat daripada harga emas fisik itu sendiri. Yang berarti ketika harga emas menanjak, maka harga sama-saham perusahaan pertambangan emas juga melompat lebih tinggi. Tapi untuk investasi emas dengan membeli saham perusahaan pertambangan emas ini, Anda harus hati-hati juga dan belajar investasi seputar saham terlebih dahulu, karena Anda berinvestasi dalam saham perusahaan pertambangan emas. Perusahaan pertambangan emas yang sahamnya dijual di pasar modal saat ini yaitu PT.Antam Tbk dengan kode saham ANTM.

6. Kontrak Emas Berjangka
Di BBJ saat ini ada kontrak emas, 1 lot adalah 1 kilogram, emasnya adalah emas logam mulia yang kemurniannya 99,99%, kita dapat berdagang fisiknya tapi juga bisa berdagang berjangka. Tentunya Anda perlu belajar lebih lanjut untuk investasi emas dalam kontrak emas di Bursa Berjangka ini.
Hal-hal diatas merupakan macam-macam investasi dalam emas yang bisa Anda pilih dan lakukan. Tentunya yang termudah sebagai masyarakat umum adalah investasi emas batangan dan juga emas perhiasan. Dan bila tujuan investasi Anda dalam emas adalah untuk invest, lebih baik pilih emas batangan. Anda bisa invest di emas perhiasan, bila Anda suka membeli emas perhiasan untuk dipakai.
Untuk investasi emas, ada beberapa lembaga yang bisa di jadikan media investasi; pegadaian, atau lembaga keuangan seperti bank bisa dijadikan sarana investasi. Di pegadaian misalnya menawarkan produk yang disebut MULIA, di BRI Syariah juga menyediakan jasa penitipan emas, dengan biaya yang cukup kompetitif.

Untuk pembelian emas bisa dilakukan di PT. ANTAM yang memiliki unit LOGAM MULIA, yang beralamatkan di PT Antam Tbk, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia :

Jl. Pemuda - Jl. Raya Bekasi KM.18
Pulogadung, Jakarta 13210
Tel. (62 21) 475 7108
Fax. (62 21) 475 0665
Email. lm@logammulia.com

Sedangkan untuk wilayah surabya bisa di dapatkan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia SURABAYA

Jl. Genteng kali 67 B
Surabaya
Tel. (62 31) 5491868; 5491723
Fax. (62 31) 5357480


PT. Antam Tbk
Gedung Antam
Jl. Letjen. TB Simatupang No.1
Lingkar selatan, Tanjung Barat
Jakarta 12530, INDONESIA

Tel. (62 21) 780 5119
Fax. (62 21) 781 2822
Email. corsec@antam.com

Sedangkan untuk prosedur pembayaran transaksi jual beli logam mulia adalah sbb:

1. Pembayaran langsung di tempat :

Tunai maksimum sebesar Rp 50.000.000,00 ( Lima Puluh Juta Rupiah ) selebihnya melalui transfer.

Debit ATM MANDIRI : Platinum, Gold, Silver
Debit ATM BCA : Platinum, Gold, Silver

Credit card berlogo VISA :
dikenakan charge sebesar 3,1% dari total nilai transaksi

2. Pembayaran melalui transfer :

- Transfer antar Bank
- Transfer melalui internet Banking
- Transfer melalui ATM

Untuk pembayaran melalui transfer, harus dikonfirmasikan terlebih dahulu dengan Bagian Marketing melalui telepon (021) 299 80 900 atau (021) 475 7108. Bukti transfer atau bukti setoran, dibawa langsung apabila barang akan diambil di hari yang sama, jika barang akan diambil di hari berikutnya, bukti transfer atau bukti setoran harus difax terlebih dahulu ke nomor (021) 47863043 dengan dilengkapi keterangan transaksi antara lain: Nama, No. Identitas, No. telpon pelanggan yang bersangkutan dan jenis produk yang dibeli guna memudahkan kami dalam mengidentifikasi pelanggan. Pengambilan barang maksimal 3 (tiga) hari kerja dari tanggal transaksi. Pengambilan yang melebihi batas waktu akan dikenakan charge yang besarnya akan ditentukan kemudian.

3. Pembayaran melalui transfer disarankan melalui Bank Mandiri atau BCA,untuk percepatan proses pemindahbukuan, namun apabila menggunakan bank lainnya dapat menggunakan fasilitas RTGS ke rekening kami sbb :

- Bank Mandiri Cabang Pulogadung A/C. No.125 0079000063 A/N. PT. Antam Tbk UBPP Logam Mulia.

- Bank BCA Cabang Kelapa Gading Villa A/C. No. 413.300.5393 A/N. PT. Aneka Tambang.

Biaya transfer menjadi beban pelanggan.

4. Penyerahan barang atau jasa dilakukan setelah transfer atau pembayaran dipastikan telah masuk ke rekening PT Antam UBPP Logam Mulia.

Untuk pembelian di tempat, Anda langsung saja ke Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Pertama masuk kita akan melewati pemeriksaan yang cukup ketat di gerbang masuk, bagi yang membawa kendaraan maka akan dibuka pintu gerbang pertama dulu, kemudian diperiksa mobilnya oleh petugas. Di pintu gerbang ini kita perlu menyiapkan KTP atau kartu identitas lain, saran saya bawa dua kartu identitas misalnya KTP dan SIM, atau persiapkan dari awal untuk memfotocopy KTP anda terlebih dahulu karena KTP asli akan ditahan dan baru bisa diambil pada saat anda meninggalkan area gedung. KTP anda yang ditahan petugas akan digantikan dengan secarik kertas semacam surat keterangan.
Setelah pemeriksaan di pintu gerbang utama selesai, maka pintu gerbang kedua akan dibuka, dan kita siap memasuki pelataran parkir PT. Logam Mulia, setelah itu masuk gedung, ambil tiket antrian, dan menunggu di ruang tunggu. Di ruang tunggu ini suasananya cukup nyaman dan kita diberikan kebebasan untuk membuat minuman sendiri, ada disediakan dispenser dan gula, kopi, serta teh kita bebas pilih mau minum apa.
Nanti kita akan dipanggil oleh petugas dan akan dilayani oleh pegutas marketing. Petugas kemudian akan menyodorkan emas batangan yang tersedia dan kita mencatat pesanan di kertas yang diberikan petugas, di sinilah fotocopy KTP anda akan diperlukan sebagai lampiran bukti transaksi anda. Setelah selesai petugas akan mencetak pesanan kita, kemudian kertas pesanan itu kita bawa ke loket pembayaran.
Di loket pembayaran ini anda bisa membayar dengan uang cash, ketentuan terbaru dari LM hanya menerima maksimal uang tunai sebesar Rp 50 Juta, kalau lebih dari itu maka harus dilakukan dengan transfer. Cara pembayaran di loket selain tunai juga melayani pembayaran dengan ATM di mesin EDC, bisa dengan ATM Mandiri atau BCA, limitnya tergantung dari limit transaksi di ATM anda. Untuk ATM BCA tidak dikenakan biaya, berbeda dengan Visa mandiri yang dikenakan biaya sekitar 3,1%. Setelah proses pembayaran selesai maka kita menunggu panggilan dari loket pengambilan barang, setelah dipanggil oleh petugas di loket pengambilan barang maka kita bisa mendapatkan pesanan kita dengan segera. Semua loket baik penerima pesanan, loket pembayaran, dan loket pengambilan barang berada dalam satu ruang, jadi kita hanya perlu berjalan sedikit-sedikit saja.
Setelah barang kita dapatkan maka kita bisa meninggalkan gedung LM melalui gerbang utama yang kita lewati tadi, jangan lupa mengambil KTP anda kembali dengan menukarkan surat yang didapat pada waktu dilakukan pemeriksaan di gerbang utama.

Sumber :

logam mulia
pegadaian
http://www.investasiemasbatangan.com/
http://purwo.com





Alasan Berinvestasi dan Kriteria Umum Penentuan Investasi


By : Alfred Christyadi (SSR Club)
Semua kegiatan investasi pada hakekatnya memiliki motif (primary motif) dan tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan sejumlah keuntungan atau laba dalam jumlah tertentu. Motif mendasar (primary motif) dari investasi yang membedakan antara kegiatan investasi (investment) dan kegiatan menabung (saving) yang motif dan tujuan utamanya adalah untuk tujuan proteksi atau perlindungan dan untuk memperoleh rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan sejumlah dana.
Suatu realitas bahwa setiap kegiatan investasi akan selalu melibatkan aspek keuntungan pada satu sisi dan aspek resiko pada sisi lainnya dan hal ini menyebabkan suatu kegiatan investasi hanya dapat dipertanggung jawabkan apabila seseorang minimal telah memperoleh gambaran yang relatif jelas terhadap kedua aspek tersebut yaitu prospek keuntungan yang mungkin diperoleh serta di satu sisi lain, segala resiko yang mungkin dihadapinya. Ada beberapa kriteria mendasar apakah suatu investasi layak dilakukan ataukah tidak layak dilakukan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tingkat Keuntungan Investasi Yang Diharapkan
Hal ini dapat diukur dengan berbagai metode yang tersedia, salah satu metode yang paling umum adalah dengan mengukur tingkat pengembalian investasi atau dikenal dengan istilah Return On Investment (ROI) yang tidak saja memperhitungkan persentase laba terhadap modal, tetapi juga memperhitungkan periode waktu pengembalian investasi.
2. Tingkat Resiko Investasi Yang Akan Dihadapi
Ada banyak metode untuk mengukur tingkat resiko suatu investasi namun yang paling mendasar adalah mengukur Risk Benefit Ratio yang membandingkan tingkat manfaat yang dapat diperoleh dengan tingkat resiko yang harus dihadapi.
3. Tingkat Likuiditas Suatu Investasi
Ukuran likuiditas tersebut pada hakekatnya mengacu pada dua aspek dasar, yaitu seberapa cepat suatu investasi mulai menghasilkan keuntungan dana tunai (seberapa cepat penerimaan dana hasil investasi didapatkan kembali), kemudian seberapa cepat suatu investasi dapat dikonversikan kembali menjadi dana tunai apabila muncul kebutuhan dana tunai secara mendadak.
4. Tingkat Kompleksitas Atau Kerumitan Suatu Investasi
Semakin rumit suatu kegiatan investasi maka semakin tidak menariklah kegiatan investasi itu. Kompleksitas suatu kegiatan investasi menyangkut juga kompleksitas pada berbagai tahapan proses investasi termasuk pula dalam hal ini proses manajemen pelaksana kegiatan investasi bersangkutan.
5. Tingkat Kesulitan Memulai Kegiatan Investasi (Entry Barrier)
Entry barrier adalah hambatan-hambatan tertentu yang merintangi seseorang calon investor untuk dapat memulai atau menerjuni kegiatan investasi tersebut. Entry Barrier ini bisa mencakup berbagai aspek ekonomi dan non ekonomi antara lain misalnya : besarnya ukuran permodalan yang dibutuhkan , tingginya tingkat persaingan bisnis, tingginya tingkat kesulitan teknologi, tidak tersedianya sarana dan prasarana pendukung, sulitnya perijinan, langkanya bahan baku utama dan berbagai hal lainnya ang merintangi berlangsungnya suatu kegiatan investasi secara sederhana dan mudah.
6. Tingkat Familiaritas Suatu Kegiatan Investasi
Faktor selanjutnya adalah faktor pengenalan (familiaritas) serta pemahaman seorang calon investor terhadap kegiatan investasi yang akan diterjuninya, dimana faktor ini dapat menjadi suatu faktor yang sangat penting yang dapat mempengaruhi keputusan akhir untuk menerima ataupun menolak suatu usulan rencana investasi yang akan diajukan. Faktor terakhir ini sebenarnya dapat diatasi dengan mengupayakan akses informasi yang seluas-luasnya terhadap kegiatan investasi bersangkutan.
Pada kenyataannya seorang investor dalam memutuskan atau menentukan apakah suatu investasi layak dilakukan atau tidak layak dilakukan dipengaruhi berbagai pertimbangan lain selain faktor-faktor tersebut di atas, pertimbangan-pertimbangan ini sangat beragam dan meliputi mulai dari pertimbangan teknis dari berbagai segi hingga pertimbangan yang bersifat subjektif semata-mata.